Adi Nanda Itenas Bandung Lautan Asmara -
Namun, seperti lautan yang kadang tenang kadang bergelombang, asmara mereka pun diuji. Panggilan tugas akhir, persaingan akademik, dan tekanan keluarga kadang membuat ombak kecil menerpa perahu cinta mereka. Tapi Adi Nanda dan Rina belajar bahwa cinta sejati tidak takut badai. Mereka berpegang pada prinsip yang diajarkan kampus: merancang dengan hati, membangun dengan ketekunan, dan mencintai dengan kesungguhan.
Bukan lautan sungguhan, melainkan lautan perasaan yang tiba-tiba menghanyutkan. Namanya Rina, mahasiswi arsitektur dengan senyum selembut angin Lembang. Mereka bertemu di perpustakaan kampus, di antara rak-rak buku tentang mekanika tanah dan estetika kota. Percakapan kecil tentang tugas akhir berubah menjadi diskusi panjang tentang masa depan, lalu tanpa terasa, menjadi bisikan-bisikan hati yang hanya mereka berdua yang mengerti. adi nanda itenas bandung lautan asmara
Maka, Adi Nanda, Itenas Bandung, Lautan Asmara — tiga hal yang awalnya terpisah, kini menjadi satu kisah abadi. Tentang seorang pemuda yang menemukan cinta di antara dinding kampus teknik, dan tentang Bandung yang kembali menjadi saksi bahwa di kota ini, cinta dan perjuangan selalu berjalan beriringan, seperti sungai yang bermuara ke lautan. Mereka bertemu di perpustakaan kampus, di antara rak-rak