Rimu tersenyum, “Kadang, sebuah sentuhan dapat mengubah cara kita merasakan diri sendiri.”
Saat Yumino menurunkan napas, tubuhnya menggelisah dengan gelombang kehangatan. Pijatan semakin intens, dan rasa nyaman berubah menjadi gelombang kenikmatan yang tak bisa ia kendalikan. Yumino menggigit bibirnya, menahan suara yang hampir keluar
Rimu menambahkan gerakan memutar pada pergelangan tangan, mengalirkan tekanan ke arah punggung bawah. Yumino menggigit bibirnya, menahan suara yang hampir keluar. Ia tidak pernah merasakan sensasi yang begitu memancar—seakan setiap otot bergetar bersama dengannya. Ketika Rimu memindahkan tangannya ke bahu kanan dan menekannya dengan lembut, Yumino merasa tubuhnya bergetar lebih kuat. “Kita hampir mencapai puncak,” ujar Rimu, suaranya lebih dalam, hampir seperti mantra. “Kita hampir mencapai puncak,” ujar Rimu, suaranya lebih
Rimu, pria berpostur tinggi dengan kulit sedikit kecoklatan, menyambutnya dengan senyuman ramah. “Selamat datang, Yumiko. Silakan duduk, saya akan menyiapkan ruangan untuk Anda,” katanya, suaranya hangat dan sedikit bergetar, seolah mengundang ketenangan. Setelah Yumino berbaring di atas meja pijat yang dilapisi kain lembut, Rimu mengaplikasikan minyak esensial ke tangan. “Minyak ini mengandung rosemary dan melati, membantu melonggarkan otot-otot tegang sekaligus meningkatkan sensasi,” jelasnya sambil memijat pundak Yumino dengan gerakan melingkar yang lembut. Pijatan kini tidak sekadar relaksasi
Momen itu tiba. Yumino tidak dapat menahan lagi; tubuhnya terlepas, gelombang kenikmatan melanda, menggetarkan seluruh rangka. Rimu menyesuaikan tekanan, menuntun aliran energi sehingga Yumino dapat menikmati puncak itu secara penuh, tanpa rasa takut atau rasa bersalah. Setelah gelombang terakhir reda, Rimu menepuk bahu Yumino dengan lembut, membantu ia kembali ke dunia nyata. “Anda tampak sangat tenang sekarang,” katanya, menatap wajah Yumino yang masih berkilau karena kehangatan.
Rasa panas di bagian tengah dadanya meningkat, napasnya menjadi lebih pendek. Pijatan kini tidak sekadar relaksasi; ia menembus batas kesadaran, membuat Yumino merasakan setiap titik sensasi yang memuncak.